Laman

Pemerataan Pendidikan, sudahkah terealisasikan?



oleh Intan Pritasari A

Bagaimana pemerataan pendidikan di Indonesia? Sudahkah terealisasikan? Mungkin itulah yang menjadi pertanyaan di benak orang banyak ketika melihat mirisnya pendidikan di Indonesia dari beberapa tahun terakhir. Bicara tentang pendidikan, itu berarti berbicara tentang tujuan arah bangsa. Kemana bangsa ini akan kita bawa dengan kualitas pendidikan yang kita miliki saat ini? Bagaimana nasib anak cucu kita kelak jika pendidikan masih tetap sama seperti ini? Begitu banyak pertanyaan tapi seolah pendidikan di Indonesia menjadi kebutuhan yang dikesampingkan. Padahal sebenarnya, pendidikan lah yang mampu mendirikan suatu bangsa.
Bicara pemerataan pendidikan, berarti bicara tentang nasib anak bangsa dalam pendidikan. Memang benar jika kebijakan wajib belajar 9tahun, namun tidak banyak yang mendapat pendidikan wajib belajar 9tahun. Wajib belajar 9tahun yang memang di bebaskan dari biaya administrasi ternyata tidak membuat semua masyarakat bersemangat menyekolahkan anaknya, ada hal lain yang membuat mereka enggan salah satunya adalah biaya penunjang untuk buku-buku sekolah anak mereka. Tidak hanya buku tetapi berbagai sarana pembantu mereka belajar lah yang membuat orangtua terkadang berfikir panjang untuk menyekolahkan anak mereka.
Miris sekali jika kita menjumpai anak yang masih dibawah umur pada saat mereka yang seharusnya mencari ilmu sebanyak mungkin malah bertebaran dijalan sedang mengais rezeki untuk keluarga mereka. Ditambah dengan pemikiran mereka yang kadang mengatakan sekolah tidak sekolah sama saja, mereka pun akhirnya menjadi pekerja jalanan. Pemerataan pendidikan sudah sepantasnya menjadi perhatian dari pemerintah sejak lama, terutama bagi daerah-daerah tertinggal yang terletak dipelosok, mungkin banyak disana anak-anak yang seharusnya mendapat pendidikan malah sudah bekerja keras untuk menafkahi keluarganya. Tetapi tidak sepatutunya menyalahkan pemerintah, bagi mereka yang masih duduk dibangku perkuliahan pun bisa membantu pemerintah dalam pemerataan pendidikan dengan cara mendirikan sekolah gratis walaupun masih taraf  kecil-kecilan dengan tenaga guru dari mahasiswa itu sendiri. Sehingga kitapun dapat membantu mewujudkan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan anak bangsa.

4 komentar:

  1. lebih milih nikah daripada sekolah.. salah satu pikiran mereka -_-

    BalasHapus
  2. Harusnya ada kerjasama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat agar niat baik itu dapat terealisasikan

    BalasHapus
  3. kemudian kita berpikir, apa yang bisa kita lakukan untuk merubah hal itu...?

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum kawan2, apa kabar hehe

    BalasHapus

 

Blogger news

Blogroll

About

satukelompok ini adalah suatu gerombolan Mahasiswa Teknologi Pendidikan yang jurusannya gak dikenal banyak orang yang pengen mencoba mengenalkan Teknologi Pendidikan ke khalayak umum lewat tulisan yang kita buat ....yang ingin menorehkan sebuah cerita atau hanya basa-basi saja corat coret aja yang penting happy :)