oleh Intan Pritasari A
Bicara pemerataan pendidikan, berarti bicara
tentang nasib anak bangsa dalam pendidikan. Memang benar jika kebijakan wajib
belajar 9tahun, namun tidak banyak yang mendapat pendidikan wajib belajar
9tahun. Wajib belajar 9tahun yang memang di bebaskan dari biaya administrasi
ternyata tidak membuat semua masyarakat bersemangat menyekolahkan anaknya, ada
hal lain yang membuat mereka enggan salah satunya adalah biaya penunjang untuk
buku-buku sekolah anak mereka. Tidak hanya buku tetapi berbagai sarana pembantu
mereka belajar lah yang membuat orangtua terkadang berfikir panjang untuk
menyekolahkan anak mereka.
Miris sekali
jika kita menjumpai anak yang masih dibawah umur pada saat mereka yang
seharusnya mencari ilmu sebanyak mungkin malah bertebaran dijalan sedang
mengais rezeki untuk keluarga mereka. Ditambah dengan pemikiran mereka yang
kadang mengatakan sekolah tidak sekolah sama saja, mereka pun akhirnya menjadi
pekerja jalanan. Pemerataan pendidikan sudah
sepantasnya menjadi perhatian dari pemerintah sejak lama, terutama bagi
daerah-daerah tertinggal yang terletak dipelosok, mungkin banyak disana
anak-anak yang seharusnya mendapat pendidikan malah sudah bekerja keras untuk
menafkahi keluarganya. Tetapi tidak sepatutunya menyalahkan pemerintah, bagi
mereka yang masih duduk dibangku perkuliahan pun bisa membantu pemerintah dalam
pemerataan pendidikan dengan cara mendirikan sekolah gratis walaupun masih
taraf kecil-kecilan dengan tenaga guru
dari mahasiswa itu sendiri. Sehingga kitapun dapat membantu mewujudkan
cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan anak bangsa.



lebih milih nikah daripada sekolah.. salah satu pikiran mereka -_-
BalasHapusHarusnya ada kerjasama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat agar niat baik itu dapat terealisasikan
BalasHapuskemudian kita berpikir, apa yang bisa kita lakukan untuk merubah hal itu...?
BalasHapusassalamu'alaikum kawan2, apa kabar hehe
BalasHapus