Oleh: syarifudin
Pada tanggal 09 septembar 2012,
di Alun-alun sidareja di adakan acara pasar
malam atau yang lebih di kenal dengan istilah expo. waktu itu saya, agus dan dedi berangkat ke Alun-alun, karena kita
bertiga tidak bawa motor, kami putuskan untuk jalan kaki sampai alun-alun yang
kira-kira jaraknya 10 km, yang kalau di konversikan ke waktu iya kira-kira 1,5
jam aku sampai di Alun-alun. Untungnya setelah setengah perjalanan ada seorang
sopir mobil pick-up yang menawarkan kami tumpangan sehingga kami sampai di
alun-alun lebih awal dari dugaan kita.
Sesampainya di Pasar Malam kami
bertiga langsung berlarian mencari wahana yang kami naiki atau mencari sesuatu
yang bisa menghibur kita, yang masing-masing kami inginkan, agus sibuk mencari
wahana komedi putar/ kincir angin, sedangkan dedi sibuk mencari kebutuhan buat
peralatan sekolahnya, tetapi sesuatu yang paling ia cari adalah tas, karena ia
punya hobi yang unik yaitu mengoleksi tas.Hampir setiapa harinya dia
ganta-ganti tas, senin warna item, selasa warna merah, rabu warna hijau dan
seterusnya begitu, pasti gonta-ganti setiap harinya.
Saya yang bernama Abdullaoh Syarifudin
adalah orang yang aneh, ketika teman-teman pada nyari wahana yang akan dinaiki
ataupun mencari sesuatu buat menambah koleksinya,saya malah sibuk mencari
permainan strategi catur, permainan memasukan cicin kedalam botol. Kenapa saya
mencari hiburan itu? karena saya dulu sering bermain catur, sehingga saya mau
nguji betapa hebatnya bermain catur dan yang lebih menjadi alasan mengapa saya
mencari permainan strategi catur adalah kalau saya menang dalam tiga langkah
tersebut saya bisa mendapat rook satu bungkus serta mendapat sattu botol
coca-cola, dalam permainan memasukan cincin ke botolpun tidak begitu jauh dari
itu kalau menang, hanya saja kalau permainan strategi catur dapet coca-cola dan
softdrink dan permainan memasukan botol ke dalam cincin mendapat dua bungkus
rokok.
Malam itu saya membawa uang
kurang lebih Rp. 70.000 dan Rp.10.000 sudah
untuk beli pulsa, sehingga malam itu saya hanya mememgang uang Rp. 60.000.
Ternyata dengan uang Rp. 60.000 itu dapat bermain starategi catur dan memasukan
botol dalam cincin sampai saya puas. Merasa puas itu bukan berarti saya menang
dan menmdapat uang yangh banyak dari permainan itu, tapi sebaliknya. Saya malah
belum pernah menang. Karena rasa kalah dan terus kalah saya semakain merasa
penasaran dengan permainannya, uang saya yang tinggal Rp. 5000 sisa dari
kekalahan tadi, saya pertaruhkan pada pertandingan yang trakhir, namun sebelum
saya mendaftar agus dan dedi menahan saya untuk bermain lagi, untung ada agus
dan dedi yang menjalaskan tetntang rahasia permainan tersebut, ternyata
permainan tersebut memang tidak bisa di kalahkan. Hmmm.. dari kejadian itu saya
mendapat pelajaran yang berharga di malan itu, dalam setiap hal yang kita akan
kita lakukan harus kita fikirkan terlebih dahulu, jangan ikuti nafsu. Mungkinpengalaman
saya di pasar malam itu tak dapat aku
lupakan .



sarip membuang buang uang di pasar malem judulnya mah
BalasHapushttp://rombelkita2.blogspot.com/2013/12/trend-masa-kini-dewasa-sebelum-waktunya.html
http://rombelkita2.blogspot.com/2013/11/fenomena-seragam-sekolah.html
http://rombelkita2.blogspot.com/2013/12/emo-wannabe.html
ciee, daripada galau mnding main di pasar malam ya.. :P
BalasHapusparagraf ke tiga lupa belum ada keyword nya ya mas
BalasHapusok ok mas ade..
BalasHapusterimakasih :)
itu ada yang salah ketik sama kurang spasi bang syarif ahaha
BalasHapushahahaha...
BalasHapussip mba ina, terimakasih buat sarannya ...
*syarif
kaya curahan hati ni mas jadinya.... hehe
BalasHapus