Ngomongi soal hiburan gak lepas dari
yang namanya seneng-seneng. Banyak banget cara untuk mencari hiburan. Ya elah
anak TK juga tau kali ven. Jadi, contoh simplenya gini ketika sedang
jalan-jalan ke mall terus kita nemu ada discount 90% dari suatu brand tertentu, itu ibarat ngerasain
salah satu surga duniawi, dan otomatis kita bakal seneng, itu berarti kita udah
terhibur. Tapi disini gue pengen ngomongin bagaimana menikmati hiburan
berdasarkan setatus asmaranya.
“Maksud kamu gimana sih ven hiburan dari setatus asmaranya?”
Duh
udah kepo banget kelihatannya nih. Bukan, bukan hiburan dari setatus
asmaranya, tapi bagaimana menikmati hiburan berdasarkan setatus asmaranya. Ya udah langsung aja, sebagaimana kita tau
setatus asmara itu di bagi menjadi tiga tingakatan. Pertama status orang yang
jomblo.
“Bentar ven, kenapa bawa-bawa setatus jomblo sih?”
Jangan-jangan kamu jomblo ya? Jadi
gini ya, kenapa gue bawa setatus asmara
jomblo itu karena, sebenernya gue sendiri juga jomblo, gue cuman gak pengen
kategori kita ini di identikkan terus dengan ke galauan, kesepian, juah dari
cewek dan jauh dari hiburan. Padahal sebagai mana yang gue rasain jomblo itu
paling bisa menikmati hiburan gak ada yang ngelarang kita mau ngapa-ngapain
asal jangan ngelangar 378 aja. Berat bos. Para jomblo akan senang tiasa
berpetualang menikmati kesediaran mereka dengan ngumpul bareng teman, nonton
bola, sampai nonton konser. Indahnya menjadi seorang jomblo, kalian bisa melakukan
apa yang selama ini belum bisa kalian lakukan, ketika dulu masih bersetatus.
Contohnya ketika gak jomblo pasti ada alaram buat minta di jemput, dan ketika
berubah setatus menjadi jomblo lo bisa pergi jalan-jalan ke mall dengan sejuta
hiburan yang bisa lo nikmati, nyagilin mbak-mbak spg misalnya. Jadi jangan
sedih ataupun iri lagi ya yang setatusnya jomblo. Ya walau gue tau pasti bakal
ngerasain ada yang kurang ketika kita merenung di kamar mandi. Intinya galau
lagi.
Setatus asmara
yang kedua ini yang sedang memiliki pasangan atau in a relationship, orang yang sedang berpacaran sedikit bisa
menikmati hiburan, tapi tidak seluas seorang jomblo, dimana ketika seseorang
yang sedang menjalanin hubungan ketika ingin menikmati hiburan pasti merasa
seperti ada sekat-sekat yang bikin mereka tidak leluasa menikmati hiburan. Gue
contohin begini ada seorang cowok panggil saja nama Legi, malam itu legi hendak
nongkrong bersama teman-temannya di alun-alun kota, aetiba di alun-alun mereka
bercanda gurau sampai sewaktu seketika hape Legi berdering, dia pun merogo
kantong celananya untuk mengambil hapenya terlihat nama kontak Chayankq
memanggil. Legi dengan mimik wajah serius, dengan sigap seperti spiderman
sedang menyelawatkan mary jane dari marabahaya langsung menjawab. Singkat
cerita, terjadilah percakapan dengan intinya Legi diminta harus cepat pulang
sebagimana yang telah di mandatkan kepadanya. Dan mau gak mau sebelum terjadi
masalaha perang hati ke tiga, Legi pun mengikuti peritah chayankq. Gak
bebaskan. Tapi setatus ini juga punya kelebihan dalam menikmati hiburan yang
bikin setatus jomblo ngiri abis. Contohnya jika sedang nonton bareng pacar
dibioskop, setatus ini pinter banget menikmati antara film sama pacaran.
Beneran gue lagi nyindir.
Lanjut. setatus asmara terakhir gue juga bingung dengan setatus ini, disatu
sisi dia sedang ada hubungan dengan someone disisi lain dia juga bisa di bilang
jomblo. Yap, setatus ini adalah orang-orang yang sedang ngerasian setatus LDR
(Long distance relationship). Orang-orang yang bersetatus LDR dalam menikmati
hiburan memiliki dua latar belakang, pertama dia bisa terlihat menikmati
hiburan seperti jomblo ke dua dia bisa seperti orang-orang yang lagi pacaran.
Sumpah gue bingung nulis setatus yang ini. Ketika seorang LDR menikmati hiburan
dengan konsep jomblo, dia bakal sering banget jalan-jalan atau hangout ke
labing bareng teman-teman. Sedangkan dalam menikmati hiburan dengan konsep
orang pacaran, mereka yang LDR ini akan megadakan janji untuk bertemu dengan
pacar mereka dalam sepuluh purnama, mengahibiskan waktu bersama menikmati
sunset pantai, nonton bareng, dan lain-lain.
Jadi kesimpulannya, setiap orang
yang memiliki setatus asmara bisa
menikmati hiburan. Sekali lagi bisa menikmati hiburan (para jomblo jangan
pesimis lagi), tapi semua itu tergantung bagimana mereka bisa menikmati hiburan
itu sendiri.
@OpenOkven



tapi gimana jika seseorang nggak menikmatinya?
BalasHapusYa dia harus mencari hiburan lain
BalasHapuspendapat itu emang gak ada yg salah ya, setujuh tuh sama tulisan kamu (y)
BalasHapusmakasih ine, :)
Hapustulisan okven emang paling hmmm :D
BalasHapushahaha, good opini sih.. :D
BalasHapus