Cinta Pada Anak Remaja
(oleh Ika Wulandari)
Cinta
pada anak remaja biasa dikatakan sebagai perasaan suka dan sayang terhadap
sesuatu. Tetapi cinta yang sering dirasakan oleh kaum remaja ini adalah cinta
kepada sang kekasih atau pacar. Berbeda dengan orang-orang dewasa atau orang
yang sudah berkeluarga. Mereka mencintai pekerjaan dan keluarganya.
Banyak
anak remaja saat ini mulai dari jenjang SMP sampai SMA memiliki seorang pujaan
hati atau biasa disebut pacar. Pada saat inilah perasaan cinta pada anak remaja
sedang menggebu-gebu. Banyak dari mereka yang memiliki pacar untuk sebuah
motivasi dalam belajar, motivasi untuk meningkatkan prestasinya. Hal ini
dikarenakan mereka malu jika prestasi yang dicapai terlihat jelek di mata sang
pacar. Mereka sering melihatkan nilai mereka, untuk yang mendapat nilai rendah
ia harus mentraktir pacarnya. Hal ini yang membuat motivasi untuk mendapatka
nilai yang tinggi semakin besar.
Melihat
prestasi anak yang semakin meningkat semenjak mempunyai pacar, orang tua tentu
beranggapan positif tentang hubungan yang dijalin oleh anaknya dengan catatan
prestasi mereka harus selalu meningkat. Orang tua memberikan kepercayaan
terhadap anaknya bahwa mereka tidak akan mengecewakan bahkan membuat malu orang
tua. Banyak orang tua yang membiarkan anaknya pulang sampai larut malam ketika
pergi bersama pacarnya karena begitu percayanya terhadap sang anak. Tidak
banyak dari mereka yang pergi sampai larut malam untuk mengerjakan tugas dari
sekolah. Kebanyakan dari mereka justru mengkhianati kepercayaan yang diberikan
orang tuanya. Cinta pada anak remaja yang dirasakan saat ini sangatlah
berlebihan. Kebanyakan dari mereka menggunakan hawa nafsunya dalam mengutarakan
perasaan cinta mereka. Mereka melakukan seks bebas, minum-minuman keras bersama
teman-temannya. Dan akhirnya hal yang tidak pernah diduga oleh orang tua mereka
pun terjadi. Kenakalan anak-anaknya mengecewakan dan membuat image keluarga tersebut menjadi jelek,
sampai akhirnya dikucilkan dari masyarakat tempat tinggalnya. Yaa, kenakalan
yang membuat hamil sebelum menikah. Sungguh mengenaskan.
Alasan
lain mengapa mereka berpacaran adalah adanya
perasaan gengsi.Khususnya untuk anak perempuan. Mereka gengsi melihat teman-teman yang lain
memiliki pacar sedangkan dirinya tidak. Akhirnya mereka yang tidak memiliki
pacar menebarkan pesonanya di depan lawan jenisnya, berharap agar ada salah
satu yang bisa dijadikan seorang pacar. Nomor dibagikan, begitu pula dengan
sosial medianya. Banyak yang mengajak berkenalan dan akhirnya mereka menjain
hubungan (berpacaran) tanpa mengenal lebih jauh lagi. Tidak lama kemudian
mereka kencan. Dengan ketidak tahuan
si cewek tentang kepribadian yang dimiliki
oleh pacarnya, ia mudah tertipu dengan rayuan-rayuan mautnya. Mereka melakukan
hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Kesalahan yang sama pun terjadi.
Mereka tidak memikirkan bagaimana masa depan mereka. Melihat
hal ini orang tua sebaiknya tetap mengawasi walaupun kepercayaan telah
diberikan untuk hal berpacaran agar hal-hal yang mengecewakan tidak terjadi. Untuk
anak-anak remaja, hal ini perlu diperhatikan guna menjaga masa depan kalian
yang kalian cita-citakan untuk merubah bangsa ini menuju kesejahteraan. Cinta
pada anak remaja memanglah penting guna meningkatkan solidaritas kita terhadap sesama,
dan memotivasi kita untuk menjadi orang yag lebih maju.
Kata kunci: cinta pada anak remaja



cinta...
BalasHapusbisa bikin bahagia dan terluka... :)
cinta memiliki sisi positif dan sisi negatif :)
BalasHapus