Cinta
masa remaja adalah peristiwa yang memilukan,
memang tidak ada seorang pun yang bisa meghindar dari rasa cinta yang begitu
indah, baik pejabat, koruptor, tua muda maupun remaja, kita tidak mungkin bisa
menghindari rasa yang begitu indah dan halus masuk kedalam setiap hati sanubari
manusia. Cinta begitu indah, dari keindahan cinta manusia bisa lahir kebumi,
manusia lahir dari cinta dan pasti membutuhkan cinta untuk melengapi
sendi-sendi kehidupannya. Masa remaja merupakan masa-masa pencarian jati diri
dimana mereka lebih labil dan sagat membutuhkan perhatian, namun remaja
melarikan kebutuhan cintanya kearah yang
salah.
Remaja terjerat pada cinta
syahwat, cinta
syahwat ini bermula dengan main mata, saling lirik satu sama lain, kemudian
diikuti dengan sahutan suara dan saling berhubungan. Sampai peringkat tersebut,
amat sukar sekali bagi pasangan cinta untuk tidak bertemu dan tidak melihat
wajah kasihya. Peristiwa ini adalah bagian menuju klimaks dari peristiwa
memilukan itu dimana remaja menjadi sering galau, sering menyendiri, mudah
marah dan sulit berfikir logis. Hal ini merupakan saat berbahya, seharusnya
masa remaja menjadi masa-masa produktif namun
masa remaja saat ini lebih banya digunakan untuk galau, menyendiri di
kamar karena si pacar. Mungkin hal ini tidak di sadari oleh remaja namun apabila
gejala-gejala tersebut tidak mendapatkan perhatian khusus maka akan
menjadi karakter yang melekat pada
remaja.
Peristiwa memilukan terus berlanjut saat remaja sudah mulai megenal pacaran maka
ia akan semakin dekat dengan perzinaan, banyak faktor yng semakin mendekatkan
remaja yang berpacaran dengan perzinaan, majunya teknologi merupakan magnet
utama yang mendekatkan remaja pada perzinaan. Cinta pada masa remaja
menyebunyikan banyak bahaya yang tidak terduga. Cinta pada masa remaja mampu
menghancurkan cita dan mimpi di masa yang akan datang.
Betapa
bahayanya cinta masa remaja ini dapat
dilihat apabila pasangan yang dihanyutkan olehnya tidak akan berupaya untuk
berfikir secara waras lagi. Setiap detik dan masa yang berlalu tidak akan sunyi
dari memikirkan persoalan cinta mereka. Setiap saat, jiwa sudah tidak mampu
lagi untuk tenteram sekiranya tidak mendengarkan suara halus dan lunak yang
berbicara dengan kata-kata yang hanya layak diperdengarkan di dalam kelambu.
Belum lagi ancaman zina yang mengintai setiap detik saat mereka sedang bertemu.
Maka cita-cita perjuangan dan harapan masyarakat yang dipikulkan di atas bahu
remaja sudah lebur dengan sendirinya, yang ada hanyalah kehendak memuaskan hati
pasangan masing-masing.
Sesungguhnya
cinta sebelum pernikahan adalah cinta palsu walaupun dihiasi dengan
rayuan-rayuan halus namun ia adalah panggilan-panggilan ke lembah kebinasaan!
Dan kekosongan jiwa karena cinta masa remaja adalah penderitaan dan kesunyian
yang begitu hebat, namun itulah hakikat cinta sejati kepada Allah. Andai hati
dihiasi dengan rayuan-rayuan syaitan yang seringkali mengajak ke arah melayani
perasaan, maka hilanglah di sana cita-cita agung untuk menabur bakti kepada
orang tua dan mengejar cita-cita.
Percayalah,
masa muda yang dianugerahkan oleh Allah hanyalah sekali berlalu dalam hidup. Ia
tidak akan berulang lagi untuk kali kedua atau seterusnya. Meniti usia remaja
dengan berhati-hati dan menenepikan mainan perasaan adalah merupakan perkara
yang amat sukar sekali. Semakin menghindari rayuan perasaan, maka semakin ia
datang mencengkam dan membara. Namun, itulah ujian untuk mencapai kesuksesan.
Usia emas yang diberikan Allah SWT ini alangkah baiknya digunakan sebaik
mungkin untuk menggali ilmu dan mengejar mimpi di bumi ilmu ini.
Oleh : Altha_dmk ( Kiswah Amalia)



subkhanAllooh,, bagus tulisannya. tapi menurut saya pandangan tersebut tidak pas jika ditujukan kepda seluruh remaja. karena tidak semuana kan merasa seperti itu. memang cinta yang haqiqi wajib kepada Alloh :D
BalasHapussemangaat! fighting ! chayo !, ma'an najjah !
seharusnya di paparkan juga solusinya tentang permasalahan tersebut.
BalasHapussaat ini banyak anak berpacaran yang kadang melampau batas kewajaran. bagaimana menurut pandangan anda dan bagaimana pandangan kacamata agama menyikapi masalah tersebut ?
BalasHapusya memang kadang orang tersesat juga karena cinta
BalasHapus