Laman

Antara Cinta atau Nafsu




Bagaimana cinta atau nafsu itu? Pertama, kita bahas dulu mengenai pacaran. Siapa yang tidak tahu tentang pacaran? Jangankan anak kuliahan, anak SD saja sudah tahu. Bahkan pacaran itu sama pentingnya dengan mata pelajaran disekolah atau mungkin lebih penting. Belajar mungkin hanya membutuhkan waktu 2 jam itupun sudah mulai jenuh, tapi kalau pacaran sampai berjam-jam mungkin tidak bisa membuat jenuh. Mungkin pacaran buat kamu bukan sekedar menyayangi dan memiliki seseorang tapi pacaran adalah sebuah bukti bahwa kamu adalah cewek atau cowok gaul. Segala cara bisa kamu halalkan demi mendapatkan perhatian dari sang pujaan hati. Dari mulai rayuan gombal, pendekatan lewat media sosial seperti chatting, bahkan sampai ke dukun. Jika itu semua tidak berhasil dan mulai putus asa, barulah cara terakhir dengan racun serangga. Mungkin mereka pikir itu lebih baik daripada menanggung malu karena tidak mendapatkan perhatian sang pujaan hati. Tapi tidak semua orang mudah putus asa karena cinta, mereka yang masih memperjuangkan cintanya mencari cara lain yang mungkin belum terpikirkan olehnya. Jika sang pujaan hati sudah didapatkan, maka siap-siap membuktikan segala janji dan rayuan gombal yang pernah diucapkan, dan tentunya tugas harian bertambah satu yaitu mengurus sang pujaan hati.
            Setelah mendapatkan sang pujaan hati segala cara kamu lakukan agar terlihat sempurna dimatanya supaya sang pujaan hati tambah sayang dan lengket juga tambah yakin dan percaya akan cinta yang kamu berikan untuknya. Kalau sudah begini, jangankan berpegangan tangan, yang lebih dari itupun akan dengan mudah didapatkan. Apa yang dinamakan cinta atau nafsu seperti itu? Gaya pacaran pada umumnya cenderung ke hal-hal yang negatif dan tidak jarang yang berujung pada kehamilan. Kalau sudah begitu semua cita-cita dan harapan membahagiakan orang tua akan lebih susah dicapai. Yang lebih parah lagi, kamu lupa akan amanah masa muda dan waktu luang yang diberikan Allah SWT kepadamu. Dan itu semua kamu lakukan atas nama cinta demi sang pujaan hati. Padahal, setiap cerita cinta pasti ada akhirnya belum tentu orang yang kamu puja-puja selama ini adalah pasangan yang Allah SWT berikan kepadamu dan itu semua karena hawa nafsu. Kalau sudah begini, apa yang mau kamu lakukan?
            Tapi tidak semua orang berpacaran membawa pengaruh yang negatif, ada juga yang membawa pengaruh positif seperti bertambahnya semangat belajar, merubah sikap menjadi lebih baik, melindungi orang yang disayang, dan masih banyak lagi. Tentu saja itu karena rasa sayang dan percaya atas cinta yang ia berikan. Jika ia benar-benar cinta kepada kita, ia pasti akan melindungi kita dari hal-hal yang tidak baik. Ia pasti akan membuat kita nyaman bila berada disampingnya ia tidak akan memaksakan hal yang tidak kita suka. Tentu saja karena ia sayang dan cinta kepada kita. Tapi apa makna cinta atau nafsu sebenarnya?
            Cinta menurut bahasa berarti suka sekali, sayang sekali, atau rasa terpikat dalam pengertian luas maupun khusus (terhadap lawan jenis). Cinta bisa membuat perasaan seseorang menjadi bahagia. Karena cinta seseorang bisa gila, bahkan mau melakukan apapun dan menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan perhatian dari orang yang ia suka. Apa itu cinta atau nafsu sebenarnya? Bukan itu cinta yang sebenarnya, itu hanyalah emosional seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Cinta adalah karunia Allah SWT yang diberikan kepada setiap umat manusia kepada sesama manusia, benda, bahkan hewan. Cinta itu tidak bersifat paksaan, tidak mementingkan diri sendiri, dan tidak melukai perasaan orang yang kita cintai. Cinta pada umumnya memberikan pengaruh positif terhadap orang yang kita cintai, seperti semangat untuk belajar dan berprestasi.
            Sedangkan kata “nafsu” berasal dari bahasa Arab, an-nafs yang dalam kamus bahasa Arab artinya diri (zat), jiwa, dan juga roh. Nafsu ada 3 macam, (1) nafsu yang membawa pemiliknya dalam kejelekan; (2) nafsu yang membawa pemiliknya untuk mengejar keduniaan tanpa mengenal lelah dan puas; dan (3) nafsu yang tenang yang mengajak pemiliknya pada kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Artinya, nafsu sebenarnya bisa dikendalikan dan diarahkan, kita sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya dengan nafsunya. Jadi, nafsu bukanlah aib atau dosa, melainkan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia yang semuanya kembali kepada bagaimana manusia mengendalikan hawa nafsunya. Kita harus mengendalikan cinta atau nafsu yang telah Allah SWT berikan kepada kita dengan baik.
Jadi, bagaimana dengan kamu? Apakah yang kamu berikan kepada pasanganmu? Cinta atau nafsu?

Sekian dan terima kasih . :)

Oleh : Alifia Febrina Anjasti

10 komentar:

  1. seharusnya diberi contoh tentang bacaan tersebut.

    BalasHapus
  2. hemn postingan yang bagus , akan tetapi bagaimana sikap anada dalam berpacaran ??

    BalasHapus
  3. apakah emang ada pacaran diagama islam?

    BalasHapus
  4. meurut enyong tidak ada yang salah dengan cinta maupun nafsu

    BalasHapus
  5. kalo diliat dari fenomena remaja sekarang sih menurut saya banyak yg pacaran hanya karena nafsu/gengsi. tapi bukan berarti ngga ada yg pacaran pake cinta ya. ciyeeee :D

    BalasHapus
  6. cinta ama nafsu mah cm beda tipis.. tp kayanya blm ada yg mendeskripsikan ttg apa itu cinta deh, :D

    BalasHapus

 

Blogger news

Blogroll

About

satukelompok ini adalah suatu gerombolan Mahasiswa Teknologi Pendidikan yang jurusannya gak dikenal banyak orang yang pengen mencoba mengenalkan Teknologi Pendidikan ke khalayak umum lewat tulisan yang kita buat ....yang ingin menorehkan sebuah cerita atau hanya basa-basi saja corat coret aja yang penting happy :)